Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi tentang Hujan



Nyanyian Hujan
(Risa Nurwahyuni)

Langit tak lagi sendirian
Ia kini sudah berkawan
Di ajaknya awan hitam berbincang pelan
Angin berebut mengabarkan
Bahwa langit berkawankan awan
Aku termenung di lapangan
Memandang langit tersedu sedan
Aku bahagia tak karuan
Anak kecil berhamburan

Menyambut hujan telah datang

Puisi Kertas Pernyataan

Puisi tentang Cinta


Kertas Pernyataan
(Sutandyo Dl)

ku berjalan tanpa dia
seakan hidup tanpa jiwa
Karena tanpa cinta
            Aku hanya bisa melihat
            Aku hanya bisa merasakan
Aku  hanya bisa mengharapkan
Engkau ada
engkau hadir
Engkau hiasi hari ini
            Dan sekarang
            lewat secarik kertas yang menyaksikan

            bahwa aku mencintaimu

Selanjutnya Puisi Trauma Cinta

Puisi tentang Indonesia


Indonesia Dulu
(Sutandyo Dl)

desiran mein membising
diikuti tetesan timah panas
dilengkapi tetean air mata
diwarnai tetesan darah
            dihiasi tombak bambu  jatuh
            ribuan kobaran amarah datang
            jutaan nyawa berlarian
            demi sebuah kemerdekaan
yang kibarkan sang saka
yang kepakkan sayap sang garuda
awal sebuah kejayaan nusantara
awal guncangan  dunia

Selanjutnya Puisi tentang Cinta



Puisi tentang Agama Islam (Sholat)


Sholat Subuh
(Sutandyo Dl)

Pukulan beduk dari masjid
Menggema di telinga
Membangunkanku dari khayangan
            Melihat ke depan
            Disapalah aku kokokan
            Kokokan penuh doa
Kubuka jendela
Dispalah aku kicauan
Kicauan penuh ajakan

Ajakan menyambah Allah SWT

Puisi tentang Cinta


Saat Aku dan Kau
(Sutandyo Dl)

Saat salju ini
ku selalu ada
Saat air tiba
ku selalu ada
Saat gugur ini
ke selalu ada
            Namun saat salju ini
            ku selalu berdiri
            Saat air ini
            ku selalu mandi
            Saat api ini
            ku selalu sendiri
            Saat gugur ini
ku selalu mandiri
Sat ku tarikan pena
kau hanya tertawa
Saat ku siramkan
kau hanya menertawakan
Saat itu pula

kau mengerti arti cinta

Selanjutnya Puisi tentang Agama

Puisi tentang Pemuda




Pemuda Indonesia
(Sutandyo Dl)

aku masih ganesha muda
aku hanya boneka
aku hanya berharap
aku hanya bermimpi
            menjadi ganesha pembunuh tikus
            menjadi ganesha pembawa air
            menjadi ganesha pembasmi pengkhianat
kini....
aku ikuti dalang
aku hanya melihat
melihat sang dalang mainkan kawan ganesha
dan aku hanya berdiam

Selanjutnya Puisi tentang Cinta

Puisi Trauma Cinta







Trauma
(Rendi Pratama Mukti)

Ketika kau hadir
Bersama ion cintamu
Ku sambut dengan ion cintaku
Hingga kita membentuk ikatan ion

Namun, ternyata kau berpaling
Membagi cintamu dengan yang lain
Hingga membentuk ikatan kovalen
Meskipun kau katakan hanya kovalen polar

Kasih...
Kalau kau memang cinta padaku
Mengapa kau lepas elektron hatimu?

Ku tak rela bila hatimu berpolar padanya
Meskpiun kau mampu menahan diri
Tuk hanya berikatan padaku
Bukankah ikatan kita ikatan yang abadi?

Sayangku...
Ingatlah kau betapa banyak energi kita lalui
Tuk membentuk kisi-kisi kristal cinta kita
Melalui lingkar Born-Haber yang panjang

Kini ku tlah trauma
Merangkai kebahagian denganmu
Biarlah ikatan ion kita terurai

Bak ion yang berlalu dan kesepian

Selanjutnya Puisi Kertas Pernyataan

Puisi tentang Koruptor

Tikus Berdasi
(Salsabilla Ikmas  Y. P.)

Wahai tikus-tikus berdasi
Bagaimana kabarmu?
Bagaimana kabar janjimu?
Apakah masih aman dan baik-baik saja?

Apakah kau tak malu dengan rakyatmu?
Kau hidupi kami dengan kehidupan palsu
Kami tak tau apa-apa
Kau perdaya kami dengan janji palsumu

Hai tikus-tikus berdasi
Tengoklah ke bawah
Rakyat-rakyatmu menderita
Terperangkap dalam kemiskinan
Namun, apa yang kau lakukan?